"Nanti kami lihat KTP apa, kami serahkan ke Intel dulu. Sudah ada koordinasi dari Bea Cukai," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (9/2).
Kementerian Dalam Negeri juga sudah mengakui adanya KTP palsu asal Kamboja itu. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrullah mengatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk verifikasi lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat hari menggelar inspeksi mendadak untuk mengetahui pengiriman e-KTP palsu. Dalam sidak itu jugua ditemukan 32 Nomor Peserta Wajib Pajak (NPWP) palsu saat berkunjung ke kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai.
"Dalam masa-masa mendekati Pilkada, kasus kiriman e-KTP ini rawan dikaitkan dengan persoalan politik yang cukup sensitif. Lebih jauh lagi, e-KTP tersebut juga rawan disalahgunakan," kata Anggota Komisi II Ahmad Baidowi. (sur/asa)