Bukan cuma menjual, Tedjo juga mengizinkan peserta aksi mengambil cuma-cuma batu akik miliknya. Bagi yang berminat, cukup membelinya dengan harga Rp5.000. Namun bagi yang ingin gratis, Tedjo mempersilakan mengambilnya cuma-cuma.
"Rp5000 saja khusus untuk mujahid (peserta aksi) hari ini. Gratis juga boleh kalau tega sama saya," kata pria 47 tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta aksi 112 yang melakukan aksi doa bersama di Masjid Istiqlal. (CNN Indonesia/Artho Viando) |
Hari ini adalah hari spesial bagi Tedjo. Menurutnya, obral batu akik ini adalah bentuk dukungan pada aksi 112.
Tedjo membawa sekitar 2.000 batu akik. Menggelar lapak sejak pukul 07.30 WIB, pada tengah hari sebanyak 1.500 batu cincin sudah berpindah tangan.
Beberapa jenis batu dibawanya dari mulai safir, bacan, raflesia hingga pyrus. Soal keuntungan yang didapat, Tedjo mau menyebutkan. Ia mengaku khusus hari ini dirinya sengaja tidak mencari laba.
Tak sedikit peserta aksi yang memang mengambil batu miliknya secara cuma-cuma. Ia pun tak mempermasalahkan karena memang ia tak ingin mencari untung.
Tedjo yakin, menjual murah atau membagi cuma-cuma batu akik saat aksi 112 ini adalah bagian dari amal ibadah kepada Tuhan.
Tedjo adalah bagian dari sejumlah pedagang yang memanfaatkan aksi massa hari ini. Namun Tedjo berbeda, hampir semua pedagang menjual makanan, minuman atau jas hujan.
Hari ini ribuan orang memadati Masjid Istiqlal. Mereka menggelar aksi damai sekaligus doa bersama untuk Indonesia. Dalam aksi ini juga kembali disuarakan isu politik seputar larangan memilih pemimpin nonmuslim.
Sejumlah organisasi masyarakat Islam meramaikan aksi ini seperti Front Pembela Islam, Forum Umat Islam hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.
Lihat juga:Ratapan Doa dan Geliat Aksi 112 |
Peserta aksi 112 yang melakukan aksi doa bersama di Masjid Istiqlal. (