Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 13 korban meninggal dunia tersebut tersebar di lima desa, yakni Desa Songan, Desa Awan, Desa Sukamana, Desa Subaya dan Desa Batur.
"Selain korban meninggal, ada juga empat korban mengalami luka berat dan empat orang yang mengalami luka ringan," ujar Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Minggu (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Sutopo menjelaskan, berdasarkan data BNPB terlihat bahwa lokasi kejadian longsor berada pada risiko bencana longsor tinggi. Luas wilayah yang berisiko dengan ancaman sedang hingga tinggi sekitar 17.250 hektare.
"Curah hujan sempat turun sehari berselang ke angka 155 milimeter per hari, namun hari berikutnya naik mencapai 181 milimeter per hari," tuturnya.
Sutopo menyebut kondisi itu didominasi oleh angin Baratan yang bersifat basah. Suhu muka air laut di sekitar Bali masih hangat sekitar 28 derajat celcius yang berkontribusi bagi pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar Bali.
Hujan lebat diprediksi bakal terjadi sepanjang akhir pekan di wilayah Bangli, Jembrana, Buleleng, Tabanan, Gianyar, dan Badung. Sutopo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dari longsor, banjir dan puting beliung.