Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 02 Dusun Kretek Arif Rahman di Kulon Progo menyebutkan, dari jumlah daftar pemilih tetap 478 orang, lebih dari separuhnya memilih golput. Sementara masyarakat yang menggunakan hak pilihnya hanya 218 orang.
"Kita ketahui bahwa sebagian kelompok masyarakat Temon menolak adanya pembangunan bandara, sehingga dalam pilkada hanya sebagian masyarakat yang menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk menentang kebijakan pemerintah," kata Arif seperti dilansir Antara, Rabu (15/2).
Lihat juga:Ahok Menang di TPS Rizieq Shihab |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Ketua KPPS 003 Dusun Munggangan Sri Hartini menyampaikan, jelang waktu pemungutan suara ditutup, yang menggunakan hak suaranya tercatat hanya 213 orang dari jumlah DPT 413 pemilih.
Lihat juga:Pilkada di Sabang dan Jayapura Sepi Pemilih |
Proyek bandara tersebut merupakan hasil kerja sama PT Angkasa Pura I (Persero) dan Grama Vikas Kendra (GVK) Power and Infrastructure, perusahaan asal India pada awal 2011. Luas bandara itu diperkirakan mencapai 600 hektare. Bandara tersebut masuk Proyek Strategis yang ditetapkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Lihat juga:Prabowo Sebut Pilkada DKI Simbol Pertarungan |
Mereka menilai, apabila NYIA dibangun maka akan ada 12.000 pekerja pertanian kehilangan mata pencaharian dari produksi terong dan gambas.
Pembangunan di Yogyakarta dinilai akan berorientasi pada pariwisata sehingga menghilangkan ruang hidup di wilayah lainnya, bukan hanya pembangunan bandara namun infrastruktur sekunder lain, seperti kota aetropolis.