Qlue Terima 803 Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada

Christine Novita Nababan , CNN Indonesia | Sabtu, 18/02/2017 01:41 WIB
Qlue Terima 803 Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Komunikasi Pemasaran Qlue Elita Yunanda mengaku, aplikasi Qlue menerima 803 laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah.

"Harapannya, bersama dengan Mastel (Masyarakat telematika Indonesia) akan kami sampaikan laporan itu ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) untuk menjadi bahan masukan," ujarnya, mengutip Antara, Jumat (17/2).

Qlue merupakan aplikasi berbasis lokasi (GPS) dan realtime yang saat ini telah digunakan 600 ribu pengguna (user). Melalui aplikasi ini, warga dapat melaporkan melalui foto dan video terkait berbagai permasalahan kota, khususnya DKI Jakarta.

Untuk pilkada 2017, Qlue menyiapkan kawal pilkada melalui pantauan warga. Foto dan video harus dikirim saat itu dan di tempat gambar diambil.

Elita mengatakan, laporan terkait dugaan pelanggaran pilkada 99 persen berasal dari Pilkada DKI Jakarta, dan hanya satu persen yang berasal dari pilkada di luar Jakarta.

Laporan dugaan pelanggaran tersebut, yaitu 83,1 persen terkait dengan pelanggaran atribut kampanye. Sedangkan, 8,9 persen terkait tempat pemungutan suar a (TPS), 4,4 persen laporan terkait surat suara, dan 3,6 persen terkait daftar pemilih tetap (DPT).

Jakarta Barat menjadi wilayah kota dengan laporan terbanyak, yaitu 35 persen dari total laporan. Diikuti Jakarta Selatan 24,7 persen, Jakarta Timur 17,8 persen, Jakarta Utara 16,3 persen, dan Jakarta Pusat 6,2 persen.

Sementara itu, terkait dengan kemungkinan pilkada putaran kedua di DKI jakarta, Elita berharap, aplikasi Qlue dapat diunduh lebih banyak orang lagi. "Targetnya 1,5 juta pengguna," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan merapikan dashboard untuk versi lamannya yang dapat diakses melalui mycity.qlue.id.

"Saya nilai, masyarakat Jakarta merespon positif aplikasi-apliaksi untuk memantau pilkada," pungkasnya.