Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kota Bekasi, Asep Haryanto, mengatakaan banjir di Bekasi kali ini menyergap sejumlah pemukiman warga yang berada di lahan yang konturnya cekung.
“Banjir terjadi karena intensitas hujan yang mengguyur sejak pagi cukup tinggi,” kata Asep di Bekasi, Minggu, seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di bantaran Sungai Bekasi yang menjadi langganan banjir masih aman, karena debit sungai masih di bawah rata-rata,” katanya.
Kemacetan Kalimalang
Banjir juga terpantau menyergap Jalan Raya KH Noer Alie Kalimalang setinggi paha orang dewasa sehingga membuat ruas jalan yang menghubungkan antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta tersebut mengalami kemacetan panjang.
"Jalannya sempat terputus dan kendaraan diarahkan melalui jalan alternatif Bintara," ujar Asep.
Wakil Ketua Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Karsono menjelaskan, banjir ini diakibatkan luapan air dari Kali Citarum saat terjadi hujan dengan intensitas lebat dan lama.
“Kemacetan sepanjang 2 kilometer terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang malam hari di kedua arahnya,” ujar Karsono.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestro Bekasi Kota yang mengarahkan pengendara menuju jalan alternatif Bintara, juga mengalami kemacetan yang sama.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP I Nengah Adiputro mengaku sulit mengurai kemacetan panjang di lokasi itu.
"Sudah diturunkan personel untuk disiagakan, namun kami butuh waktu karena kondisinya di bawah jembatan masih tergenang banjir," katanya.
Menurut dia, upaya efektif mengurai kemacetan adalah dengan memompa genangan air di lokasi kejadian agar pengendara dapat melaju dengan kecepatan normal.
"Kami sudah minta Pemkot Bekasi untuk siapkan pompa air, agar air bisa segara dikeluarkan dari jalan," katanya.
(obs)