Ahok mengatakan belum optimalnya pembuatan tanggul dan normalisasi dikarenakan terlambatnya pembangunan rumah susun (rumah susun). Selain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga masih memikirkan cara melebarkan badan sungai serta meninggikan tanggul untuk menampung air.
"Jadi masalah Jakarta itu gimana gedein, balikin, ukuran sungai, tanggul ditinggiin. Pompa sudah siaga kita. Pompa sudah baik," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mengatakan, langkah itu harus dilakukan untuk menghindari banjir yang lebih parah. Ia khawatir jika tidak dilakukan, maka 40 persen wilayah Jakarta bisa tenggelam saat Jakarta diguyur hujan tanpa henti dan air laut pasang.
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan sejak Senin (20/2) kemarin pihaknya sudah menurunkan pasukan orange di semua titik.
Mereka dikerahkan untuk membersihkan serta mengoptimalkan saluran-saluran penghubung dan saluran kecil seperti got. "Pagi ini kami optimalkan semua, pintu-pintu air saya minta untuk mulai dibuka karena kondisinya debit air sangat tinggi di hampir semua lokasi di Jakarta." kata Isnawa.