Djarot menuturkan, jika program normalisasi sungai secara konsisten dikerjakan, potensi banjir di Jakarta akan terus berkurang. Syaratnya, kata Djarot, normalisasi harus diikuti pembukaan ruang terbuka hijau, embung, waduk, ruang terbuka biru dan pembuatan sumur resapan.
"Dalam waktu dua tahun ke depan warga Jakarta akan bisa melihat hasilnya secara nyata," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, satu rumah yang dihuni dua atau tiga keluarga hanya ekuivalen dengan satu unit rusun. Pada sistem yang baru, sebuah rumah yang dihuni dua atau tiga keluarga setara dengan dua unit rusun.
"Tetangga kiri-kanan bisa berdiskusi tetap mendapatkan unit yang berdekatan karena sudah lama bertetangga. Ini yang akan kami lakukan ke depan," kata Djarot.
Ahok mengatakan, pembuatan tanggul dan normalisasi sungai selama ini tersendat karena pembangunan rumah susun tidak kunjung tuntas.
"Jadi masalah Jakarta itu bagaimana gedein, balikin, ukuran sungai, tanggul ditinggikan. Pompa sudah kami siagakan. Pompa sudah baik," kata Ahok.