"Kami akan terus beli lahan, melanjutkan pembangunan RPTRA seperti ini (Kalijodo) sampai ke Jembatan Tiga (Penjaringan)," kata Ahok di Kalijodo, Jakarta, Rabu (22/2).
Menurutnya, pembangunan ruang hijau tidak hanya berfungsi sebagai taman. Namun juga sebagai tempat interaksi warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Taman Publik Kalijodo Segera Diresmikan Ahok |
Dalam kesempatan itu, Ahok juga mengklaim RTH dan RPTRA Kalijodo yang baru diresmikan ini dibangun berdasarkan standar internasional. Terutama, fasilitas tempat bermainnya.
Ia bahkan telah memikirkan pola subsidi silang terkait pemaksimalan pengaturan transportasi yang dibutuhkan oleh setiap warga yang ingin berkunjung ke RTH dan RPTRA Kalijodo.
"Saya juga sudah resmikan parkir meter. Supaya yang bawa mobil bisa nyumbang gede. Yang enggak punya uang, saya sudah siapkan bis tingkat. Gratis sampai sini," ujarnya.
Lihat juga:Ahok Sebut Programnya Tak Hanya Bangun Fisik |
Terkait pengelolaan, ia mengatakan, pihaknya akan melakukan perekrutan kepada warga sekitar untuk menjadi pengelola.
"Saya sudah minta Pak Walikota, preman-preman di sini direkrut saja jadi tukang parkir atau satpam. Kalau masyarakat setuju, buka 24 jam juga enggak apa-apa, asal aman, enggak berisik," imbuhnya.
Ahok pun tak lupa mengungkapkan rencananya untuk membangun Masjid Al-Mubaroka di kawasan tersebut. "Besar masjidnya, 800 meter persegi, dua lantai. Jadi, orang yang datang ke sini tidak melupakan salat lima waktu," tutup Ahok.
Tiga bocah bermain bola di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sebelum mengakhiri sambutannya, Ahok sempat mengundang tawa seluruh warga saat mulai melontarkan guyonan dalam bahasa Jawa.
"Marah-marah itu dulu, sekarang enggak marah-marah lagi. Kalau malam saja ketemu orang, ngomong sugeng ndalu," celetuk Ahok.
Tawa tersebut makin riuh saat Ahok sempat membeberkan keunggulannya.
"Ketemu orang saya bilang, 'penak zamanku toh jadi gubernur?' Iso tuku (bisa beli) daging murah Rp35.000, sakit ora (tidak) bayar," ujar Ahok dengan senyum merekah.
Adapun yang dimaksud Ahok adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sebagaimana diketahui, sejak 2016, pemegang KJP dapat membeli daging sapi seharga Rp39.000 per kilogram.
Mereka pun akan mendapat subsidi saat berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah kelas III.
Takut guyonannya makin melebar kemana-mana, Ahok pun langsung mengakhiri sambutannya.
"Maaf, ya. Lagi belajar bahasa Jawa, biar ngomongnya lebih pelan. Doakan saya biar bisa jadi Basuki beneran," katanya. (pmg)
Tiga bocah bermain bola di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo. (CNN Indonesia/Safir Makki)