Pemerintah Indonesia menyiapkan sambutan istimewa kenegaraan atau karpet merah. Bahkan, Presiden Joko Widodo yang akan menjemput langsung di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma.
Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, kedatangan Raja Salman seperti halnya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada awal tahun ini, termasuk kategori protokoler kunjungan kenegaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan terakhir kerajaan Arab Saudi ke Indonesia pada 1970. Penjemputan langsung ke pintu juga merupakan balasan kepada Raja Salman. Perlakuan serupa telah diterima Jokowi terlebih dulu ketika berkunjung ke Arab September 2015.
Usai prosesi penyambutan di Lanud, Raja Salman dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Istana Bogor. Di sini, Raja Salman akan menerima bintang kehormatan tertinggi. Jokowi, sebelumnya, juga menerima hormatan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi.
Selain itu, Raja Salman dan Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral, makan siang kenegaraan bersama yang dilanjutkan dengan veranda talk.
Presiden Jokowi menghadiri Forum Bisnis, di Hotel Crown Plaza, Jeddah pada 2015 lalu. (Dok. Sekretariat Kabinet) |
"Jadi memang sebesar apapun delegasi pada saat acara resmi, standar ini berdasarkan jenis pertemuan dan ukuran ruangan. Enggak ada kerepotan," tuturnya.
Dalam pertemuan resmi, rencananya Raja Salman dan Jokowi membicarakan sejumlah proyek, salah satunya kerjasama Pertamina dan Aramko dalam ekspansi kilang di Cilacap senilai US$6 miliar. Kemudian bidang pariwisata dan perumahan ongkos terjangkau yang diharapkan bernilai hingga US$25 miliar.
Rencanannya kunjungan kenegaraan Raja Salman di Indonesia selama tiga hari, setelah itu selama enam hari atau 4-9 Maret akan dihabiskan di Bali untuk beristirahat.
Lihat juga:Puluhan Pangeran Arab Bakal Pelesir ke Bali |
