"Kami bikin persis standar internasional. Jadi di Inggris, London ada apa, kami bikin semirip mungkin," kata Ahok di saat meninjau proses pembangunan Velodrome, Jumat (24/2).
Lintasan balap sepeda ini dibangun oleh ES Global, perusahaan pembuat arena balap sepeda terkenal asal Inggris. Proyek ini menelan dana Rp750 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati dibangun dengan standar operasional internasional, Ahok memastikan bahwa desain stadion nantinya akan memiliki sentuhan budaya lokal. Ornamen Betawi seperti gigi balang, katanya akan mendominasi.
Setelah Asian Games, Velodrome nantinya juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas olahraga lainnya seperti lapangan voli, basket, atau futsal.
"Bisa juga buat pameran. Jadi nanti kegiatan akan ada terus," ujarnya.
Sementara itu manager proyek pembangunan Velodrome, Iwan Takwin mengatakan, Velodrome nantinya akan jadi satu-satunya arena balap sepeda yang bersertifikat standar internasional di Asia Tenggara.
"Malaysia saja tidak berhasil dapat (sertifikat), padahal sudah dua kali coba. Ini satu-satunya di Asia Tenggara," kata Iwan. (sur/abm)