"Rencana Pansus RUU Pemilu berkunjung ke Jerman dan Meksiko hanya membuang-buang waktu saja. Kegiatan seperti ini menegaskan betapa kerja DPR tidak efektif dan efisien, hanya memboroskan uang,” kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (25/2).
Lucius mengatakan kunjungan tersebut tidak memberikan sumbangsih berarti pada pembahasan RUU. Alasannya pansus sudah dalam proses pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM) yang artinya fraksi-fraksi sudah mengusulkan konsep untuk RUU Pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dalam draft RUU Pemilu ada norma yang mengatur rencana penerepan sistem pemilihan elektronik.” kata Lukman.
“Secara spesifik pansus ingin mendapatkan gambaran yang lengkap tentang peradilan Pemilu mulai dari aspek filosofis, kelembagaan sampai aspek teknis acara peradilan,” kata Lukman.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pimpinan telah memberikan izin pada Pansus RUU Pemilu. Ia meminta semua pihak tidak memandang kunjungan kerja sebagai kegiatan yang tidak berguna.
Lihat juga:Menanti Jalan Tengah Pembahasan RUU Pemilu |
Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia Evi Fitriani tak sependapat dengan penjelasan Fahri mengenai kunjungan kerja. Penjelasan Fahri hanya alasan klise agar terlihat kalau anggota DPR benar-benar bekerja saat kunjungan kerja.
"Orang Jerman sudah menjalin diplomasi dengan duta besar yang ada di Jakarta. Orang di sana juga tahu, anggota DPR kesana bukan untuk apa-apa. Diplomasi bukan sekali datang dan langsung jadi," kata Evi Fitriani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (25/2).
Evi memandang kunjugan kerja yang dilakukan Pansus sangat tidak perlu dilakukan. Ia menyatakan pernah menjadi petugas penghubung DPR saat melakukan kunjungan kerja ke Australia pada tahun 2009. Alih-alih serius bekerja, kala itu anggota tak ingin rapat memakan waktu lama karena mereka ingin segera berbelanja.
"Yang buat laporan dari kunjungan kerja itu staf yang dibawa. Bukan mereka, mereka sibuk jalan-jalan. Kadang saya kasian sama staf itu," kata Evi.