Buwas sapaan akrab Budi Waseso mengatakan pengadaan senjata untuk BNN diambil dari anggaran negara. Dia menyebut perhatian Jokowi dalam menangani persoalan narkotik cukup serius karena negara dalam kondisi darurat melawan kejahatan tersebut.
"(Anggaran) dari negara, dari Bapak Presiden. Jadi itu atensi dalam penanganan narkotik. Beliau betul-betul atensi dan mengatakan negara sudah dalam darurat dan perang. Maka perang itu salah satunya dengan senjata api, maka diberikan oleh bapak presiden," kata Buwas di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/3).
Lihat juga:UU Narkotik Dinilai Bisa Jadi Celah Korupsi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senjata baru tersebut, lanjut Buwas, tidak diproduksi di dalam negeri, termasuk oleh PT Pindad. Senjata itu dibeli dari Amerika, Ceko, Jerman, dan Rusia.
Buwas juga menyebut, dari salah salah senjata tersebut ada yang bisa digunakan untuk menghancurkan pintu berbahan tebal, seperti besi. "Kami dobrak enggak perlu pakai mesin pemotong. Jadi cukup tembak sekali pasti rusak," ujarnya.
Lihat juga:Mensos Sebut Bandar Narkoba Sasar Anak-anak |
"Saya sampaikan ke anggota di lapangan untuk tidak ragu dalam penegakkan hukum, khususnya natkotik. Jika ada perlawanan yang membahayakan anggota dan masyarakat, maka gunakanlah alat pendukung," katanya. (pmg/yul)