Djarot mengantar Raja Salman mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Hanya tiga pejabat ini yang mengantar kepergian tamu negara itu. Berbeda dengan penyambutan yang diberikan saat kedatangan orang nomor satu Arab Saudi itu. Saat datang, Raja Salman disambut Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Selain hanya diantar tiga pejabat, proses pelepasan pun berlangsung singkat. Rombongan pejabat Indonesia yang dipimpin Jusuf Kalla sempat berbincang dengan 16 pangeran Arab Saudi sebelum akhirnya sang Raja datang dan langsung naik ke pesawatnya untuk lepas landas ke Brunei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gantian dong," kata Djarot di Bandara Internasional Halim Perdanakusumah.
"Iya dong (salaman dan dikenalkan)," kata Djarot.
Lihat juga:JK Antar Raja Salman ke Brunei Darussalam |
Ahok juga sempat berkata bahwa dirinya akan bergantian dengan Djarot untuk bertemu Raja Salman. Saat itu Ahok mengatakan bahwa dia ingin agar Djarot merasakan juga sensasi salaman dengan Raja Salman.
Menurut Djarot, Kalla ingin Pemprov DKI Jakarta bisa melanjutkan kebijakan di sektor properti yang bisa juga berhubungan pada pariwisata. Maklum, sektor pariwisata memang menjadi salah satu investasi yang diincar oleh pemerintah Arab Saudi saat berkunjung ke Indonesia.
"Tadi diberi pesan agar kami siap melanjutkan kebijakan itu karena di sektor perumahan dan properti bisa berjalan, apalagi dengan pariwisata," ujar politikus PDI Perjuangan tersebut. (sur/sur)