Ahok, sapaan Basuki, mengatakan dirinya adalah orang yang menolak keras penerapan e-KTP.
"Saya tak tahu, saya paling keras menolak e-KTP," kata Basuki saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Senin (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga menegaskan tidak tahu menahu soal siapa saja nama yang diduga masuk dalam daftar dakwaan kasus e-KTP.
Bisa saja, kata dia, nama-nama yang ada di berkas tersebut bukan hanya daftar penerima dana saja melainkan juga daftar anggota Komisi II DPR RI yang membahas soal sistem e-KTP itu.
Sejumlah nama besar yang masuk dalam surat dakwaan korupsi pengadaan proyek KTP elektronik dipastikan bakal terungkap di persidangan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, 9 Maret mendatang.
Nama Besar
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyusul keterangan Ketuanya, Agus Rahardjo. Agus mengatakan, banyak nama besar yang diduga terlibat dugaan korupsi e-KTP.
“Nama-nama yang terindikasi korupsi itu akan kami sampaikan di persidangan. Siapa nama besarnya, apa perannya, dan apakah ada indikasi aliran dana akan diuraikan masing-masing,” ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/3).
Namun Febri menolak merinci lebih jauh siapa nama besar dimaksud. Sejak awal, penyidik KPK telah membagi keterlibatan pihak dalam kasus ini menjadi tiga kluster yakni politik, birokrasi, dan swasta. (asa)