Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya telah menempuh berbagai cara agar keluarga segera menjemput jenazah Yayat.
Menurut Martinus, Polri telah menginformasikan identitas jenazah dalam pemberitaan serta menghubungi pihak keluarga atau yang mewakilinya. Namun, belum ada yang bertanggung jawab untuk membawa pulang jenazah Yayat untuk dimakamkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak ada, kami akan makamkan sebagaimana aturan yang berlaku," kata dia.
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, keberadaan keluarga Yayat seperti anak dan istrinya belum diketahui hingga saat ini.
"Keluarga dan anak-anak Yayat sedang ditelusuri karena pagi sebelum meledakkan sempat diungsikan Yayat," kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/3).
Polisi juga menduga Yayat tak sendiri melancarkan aksinya. Rikwanto mengatakan, pergerakan Yayat dipantau oleh teman-temannya yang masih satu kelompok dalam Jamaah Anshar Daullah (JAD).
Sementara, untuk pelaku yang mengendarai motor dan diduga sebagai rekan Yayat, Polisi belum bisa memastikan apakah masih satu jaringan dengan Yayat. "Kesaksiannya soal orang itu juga masih diragukan," kata Rikwanto. (wis/obs)