Djarot tidak takut elektabitasnya turun apabila normalisasi itu benar dilakukan bulan depan. Karena, menurutnya, normalisasi dilakukan untuk kebaikan masyarakat Jakarta.
"Ini bukan masalah takut atau tidak takut. Ini demi masyarakat Jakarta dalam rangka mengurangi tingkat banjir secara signifikan," kata Djarot, Rabu (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendamping Djarot, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebelumnya menyatakan bakal memberikan kompensasi kepada warga di tiga kawasan yang akan digusur.
“Ada 5000-an kepala keluarga yang perlu direlokasi dalam waktu dekat agar pengerjaan proyek normalisasi dapat segera diselesaikan,” ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI seusai rapat membahas percepatan normalisasi sungai pada Rabu malam (1/3) lalu.
Oleh sebab itu, ia mengatakan, tak ada aksi penggusuran yang dilakukan terhadap sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai seperti di kawasan Bukit Duri, Gang Arus Cawang, dan Cipinang Melayu dalam waktu dekat. Tujuannya, menurut Sumarsono, tak lain untuk menjaga ketentraman iklim politik jelang pencoblosan.
"Untuk menciptakan iklim yang kondusif. Jadi, (penggusuran) tidak akan dilakukan menjelang pilkada," ujar Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/3).