Secara personal pertemuan tersebut mungkin berhasil mencairkan hubungan SBY dan Jokowi. Sayangnya, pertemuan yang berlangsung hangat itu tidak menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan orang banyak.
Pertemuan itu setidaknya gagal menjawab sejumlah isu penting seperti kasus dokumen penyelidikan tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, dugaan penyadapan, hingga kasus Antasari Azhar.
Aksi damai agar pemerintah menuntaskan kasus masa lalu. (ANTARA FOTO/Atika Fauziyyah) |
Untuk isu Munir, misalnya, tak secuil pun SBY dan Jokowi menyinggungnya usai menggelar pertemuan hari ini. Padahal, sepanjang Oktober lalu, SBY dan pemerintah pernah saling balas pernyataan terkait keberadaan dokumen Munir yang hingga kini masih misterius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden keenam RI itu bahkan meluangkan waktu untuk menggelar jumpa pers yang secara khusus membahas persoalan Munir. Namun, setelah sempat "memanas", persoalan Munir kemudian melenyap begitu saja tanpa menghasilkan solusi.
Humphrey kala itu menuding Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendapat telepon dari SBY yang meminta MUI mengeluarkan fatwa soal ucapan Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51.
"Saksi tidak mengakui telah mendapat telepon dari SBY yang meminta antara lain agar PBNU menerima paslon (pasangan calon) nomor satu Agus-Sylvi dan agar MUI mengeluarkan fatwa untuk kasus Basuki Tjahaja Purnama," kata Humphrey dalam persidangan, Selasa (31/1).
Pernyataan tersebut lantas memunculkan dugaan penyadapan terhadap SBY. Ketua Umum Partai Demokrat itu meresponsnya dengan menuntut penjelasan dari Presiden Joko Widodo.
"Saya berharap berkenan Pak Presiden Jokowi menjelaskan dari mana transkrip penyadapan itu, siapa yang bertanggung jawab?" kata SBY.
Pengacara Ahok menyebut SBY sempat menelepon petinggi MUI terkait dengan penerbitan fatwa soal penistaan agama dalam kasus Ahok. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Hal lain yang tak kalah penting untuk diklarifikasi oleh SBY dan Jokowi adalah persoalan seputar kasus Antasari Azhar.
SBY terlibat dalam pusaran kasus Antasari setelah bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu menyebut SBY tahu persis kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
“Saya minta Susilo Bambang Yudhoyono jujur. Beliau tahu perkara saya. Beliau jujur cerita apa yang beliau alami dan apa yang beliau lakukan. Beliau memerintahkan siapa untuk rekayasa dan mengkriminalisasi Antasari,” kata Antasari pertengahan Februari lalu.
Tak hanya itu, Antasari bahkan menyebut SBY pernah melobi dirinya terkait kasus korupsi Aulia Tantowi Pohan. Rentetan tudingan ini dibalas SBY dengan menyebut pernyataan Antasari mendapat restu dari penguasa.
Dengan diabaikannya isu-isu penting tersebut, lantas apa artinya pertemuan SBY dan Jokowi hari ini? (asa)
Aksi damai agar pemerintah menuntaskan kasus masa lalu. (
Pengacara Ahok menyebut SBY sempat menelepon petinggi MUI terkait dengan penerbitan fatwa soal penistaan agama dalam kasus Ahok. (