Dugaan tersebut dilaporkan Direktur Government Against Corruption and Discrimination (GACD) Andar Situmorang. Ia menduga, Anies menyelewengkan dana setidaknya Rp146 miliar untuk pameran buku yang digelar pada 13-18 Oktober 2015. Ia menilai dana proyek yang disusun Anies berlebihan dan tak sesuai dengan skala pameran itu.
“Selama tiga hari acara pameran buku di Jerman biayanya Rp146 miliar. Bandingkan saat biaya Raja Arab ke Indonesia rombongannya 1.500 orang saja hanya Rp160 miliar,” ujar Andar kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua buku tersebut dinilai Andar tak populer lantaran membahas tentang pembasmian PKI tahun 1965. “Dengan disusupi pameran kedua buku tersebut sangat merugikan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Pada pameran buku di Frankfurt 2015, Indonesia berstatus sebagai tamu kehormatan (guest of honour). Delegasi Indonesia ketika itu dipimpin salah satunya oleh Goenawan Mohamad yang menjabat chairman of organization committee.
"Kalau Pilkada, muncul laporan macam-macam. Lucu-lucuan saja, biar yang melaporkan saja yang menjelaskan," kata Anies di Masjid Al-Mugni, Jakarta, Jumat siang.
Anies mengatakan, jika dana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Frankfurt Book Fair 2015 bermasalah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pasti telah menemukan sejumlah indikasi.
"Kalau ada masalah, BPK seharusnya ada laporan dari kemarin. Kan yang mengaudit BPK. Kalau BPK tidak ada laporan, dari mana dugaannya?," ujarnya. (abm/rdk)