Dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (11/1), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan kalau usaha tersebut dilakukan karena dikhawatirkan akan terjadi bencana longsor susulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini longsor belum menelan korban jiwa. Namun, tiga unit rumah rusak parah, dua orang warga luka parah, dan tiga orang warga luka ringan. Korban luka sudah dilarikan ke Puskesmas Cililin.
Setelah longsor terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat dan aparat setempat menutup sementara akses menuju ke area pemukiman.
Pemantauan juga tetap dilakukan, salah satunya dengan menggunakan teknologi kamera drone.
“Kecamatan Cililin merupakan daerah rawan longsor tinggi. Hampir setiap tahun terjadi longsor di wilayah ini karena kemiringan lereng besar, kondisi tanahnya remah dan tersusun dari material rombakan yang mudah longsor saat terjadi hujan lebat,” ujar Sutopo.
“Tidak dapat dipastikan sampai kapan masyarakat harus mengungsi,” lanjutnya.
Sutopo mengimbau, agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor tetap waspada akan bencana longsor, terutama selama hujan turun.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi kalau musim hujan akan berlangsung hingga akhir April, karena awal Mei sudah masuk musim kemarau.