Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kepolisian memperoleh informasi tersebut dari pemeriksaan terhadap para tersangka.
"Mereka bagian dari jaringan dan akses ke terorisme di selatan Filipina," ujar Boy di Jakarta, Rabu (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam di antara mereka ditangkap di Tolitoli, sementara sisanya di Parigi Moutong. Enam dari sembilan terduga teroris itu berinisial Sa (29 tahun), K (28), So (12), D (17), J (19), dan I (23).
Polri menyebut wilayah selatan Filipina merupakan basis organisasi radikal Irak Suriah dan Al-Sam (ISIS). Abu Sayyaf yang bermarkas di kawasan itu sejak lama berkeinginan mendirikan negara Islam di sebelah Selatan Filipina.
Kelompok Abu Sayyaf didirikan anggota kelompok separatis Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF) yang tidak menolak kesepakatan damai dengan pemerintah Filipina tahun 1991.
Abu Sayyaf dianggap sejumlah pihak lebih radikal dibandingkan MNLF karena kerap melakukan tindak kekerasan seperti pembunuhan, serangan bersenjata, pengeboman, dan melakukan eksekusi pemenggalan kepala.
Diperkirakan Abu Sayyaf memiliki 2.000 pendukung dan sekitar 200 hingga 500 anggota utama yang datang dari kalangan akademisi.