Jusuf Kalla Akan Pimpin Pemakaman Hasyim Muzadi

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Kamis, 16/03/2017 09:40 WIB
Jusuf Kalla Akan Pimpin Pemakaman Hasyim Muzadi Cawapres Jusuf Kalla (kanan) bertemu mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi (kiri) di Depok, Jawa Barat, 23 Mei 2014. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan memimpin upacara pemakaman mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 1999-2010 KH. Hasyim Muzadi. Jenazah rencananya akan dimakamkan di kawasan Depok, Jawa Barat, hari ini, Kamis (16/3).

"Pak JK akan memimpin upacara pemakaman KH. Hasyim Muzadi siang ini di Depok," ujar juru bicara Wakil Presiden Husain Abdullah saat dihubungi, Kamis (16/3).

Husain mengatakan, Kalla sempat menjenguk Hasyim ketika anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu sakit dan dirawat di Malang. Ketika Kalla menjenguk pertengahan bulan Januari (16/1), kata Husain, kondisi Hasyim cukup membaik meski kesehatannya naik-turun.
Selain bentuk penghormatan, Husain mengatakan Kalla sudah menganggap Hasyim sebagai teman dan sahabat sendiri. Kalla, kata Husain, mengaku telah kehilangan sosok yang dia anggap sebagai salah satu ulama terbesar di Indonesia.


Hasyim di mata Kalla, kata Husain, adalah sosok yang berpandangan moderat serta menjadi teladan umat dari setiap ajaran dan sikapnya.

"Pak JK menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Almarhum seorang ulama yang memiliki sikap teguh," ujar Husain.

Hasyim meninggal dunia sekitar pukul 06.15 WIB, Kamis (16/3), di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Kota Malang, Jawa Timur. Hasyim yang lahir di Bangilan, Tuban, 72 tahun silam tutup usia setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya.
Semasa hidupnya Hasyim merupakan salah satu ulama dari NU yang sangat dihormati. Ia telah aktif berorganisasi sejak 1960-an dan telah menduduki sejumlah jabatan penting di tubuh NU.

Hasyim juga aktif berkecimpung di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986 dari Partai Persatuan Pembangunan.

Perjalanan politiknya mencapai puncak pada 2004 saat digandeng Megawati Soekarnoputri menjadi calon wakil Presiden di Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2004. Pasangan Megawati-Hasyim kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla di putaran kedua.

Aktivitas politiknya tak terlalu menonjol setelah Pilpres 2014. Namun, di era Presiden Joko Widodo, Hasyim ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.