Elia mengutarakan permohonannya tersebut saat bertemu dengan tiga petinggi KPK, Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, dan Saut Situmorang sekitar 90 menit di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/3).
Pendampingan KPK, kata Elia, juga dapat berdampak positif pada target waktu lima yang dicanangkan Pertamina pada proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pekerjaan Rumah Dirut Baru Pertamina |
Ketua KPK Agus Rahardjo berkata, institusinya akan segera memberikan asistensi terkait jalur birokrasi kepada Pertamina. Ia berkata, selama ini sejumlah kepala daerah dan pejabat negara kerap mengabaikan permintaan Pertamina.
Untuk menambah kapasitas produksi, Pertamina memang merencanakan setidaknya tujuh megaproyek berupa pengembangan dan pembangunan kilang. Target besar mereka, Indonesia dapat melakukan swasembada BBM pada 2023.
Tujuh megaproyek itu antara lain refinery development masterplan program untuk Kilang Balikpapan di Kaltim bernilai US$5 miliar, pengembangan terminal BBM Pulau Sambu (US$103,8 juta) dan Tanjung Uban (US$62,4 juta) di Kepri serta pembangunan kilang grass root refinary di Tuban Jatim (US$14 miliar).