Di antara peserta doa bersama terdapat perwakilan masyarakat petani dari Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu, Karawang, Jawa Barat. Mereka menyampaikan rasa belasungkawa atas Patmi yang meninggal dunia saat mengikuti aksi semen kaki di depan Istana Presiden untuk menolak rencana pendirian dan pengoperasian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah
"Duka Kendeng adalah duka petani Indonesia. Kami (petani Karawang) turut berduka cita. Tapi, Bu Patmi tidak mati, ia hanya beristirahat sejenak," kata Sekretaris Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu, Madhari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, peneliti dari Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Paramadina, Ali Nursahid, mengungkapkan bagaimana akhirnya gerakan masyarakat Pegunungan Kendeng memberi pelajaran hidup pada dirinya.
Acara malam ini kemudian ditutup dengan menabur bunga di depan petilasan dadakan untuk Patmi, yang dibangun dari kotak kayu bertuliskan 'Tolak Pabrik Semen'. (CNN Indonesia/Filani Olyvia) |
Lantunan mars Kendeng Lestari dan lagu Darah Juang kemudian dinyanyikan untuk mengiringi penaburan bunga di depan petilasan. Seisi ruangan haru biru dalam temaram sinar lilin yang dinyalakan.
Gunung Kendeng tak kan ku lepas
Tempat kita hidup bersama
Selamanya harus kita jaga
Jawa Tengah yang jaya
Jawa Tengah yang jaya
Jawa Tengah yang jaya
Itulah harapan kita semua
Jawa Tengah yang jaya
Kita pasti memang
Pasti menang
Pastilah menang
Acara malam ini kemudian ditutup dengan menabur bunga di depan petilasan dadakan untuk Patmi, yang dibangun dari kotak kayu bertuliskan 'Tolak Pabrik Semen'. (CNN Indonesia/Filani Olyvia)