"Dari hasil kordinasi harapannya seperti itu (salat di Istiqlal)," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/3).
Namun demikian, dia mengatakan, imbauan ini hanya bersifat usulan semata. Polisi akan tetap mengawal massa Aksi 313 bila tetap ingin melakukan long march Istana Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penyiagaan personel tetap dilakukan meskipun Polri belum menerima surat pemberitahuan aksi yang bertujuan untuk menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.
Aksi 313 yang digerakkan oleh FUI esok hari rencananya akan dimulai usai Salat Jumat. Masjid Istiqlal Jakarta akan menjadi titik kumpul utama.
Setelah berkumpul di Istiqlal, massa rencananya akan melakukan long march yang berakhir di Istana Kepresidenan.
Aksi 313, diklaim oleh Al Khathtath, merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yang bertajuk Aksi Bela Islam. Setelah aksi, peserta juga berencana akan menuju titik tertentu untuk melakukan Salat Maghrib bersama.
Dalam Aksi Bela Islam terdapat ratusan ribu orang yang turun ke jalan menuntut negara memproses hukum Basuki Tjahaja Purnama. Namun, untuk Aksi 313 ini, Al Khathtath enggan menyebut jumlah massa yang bakal turun ke jalan.
"Berapa banyaknya tergantung kesadaran umat untuk tegakkan aqidah. Aksi ini tidak dipisahkan dari aksi kemarin-kemarin," katanya