"Kalau semua anggota KPU petahana lolos dalam seleksinya, namun mengapa semua anggota Bawaslu petahana tak ada yang lolos? Padahal, mereka paham soal kepemiluan," ujarnya di Gedung DPR, Kamis (30/3).
Salah satu calon komisioner petahana Bawaslu yang tidak diloloskan tim seleksi adalah Ketua Bawaslu Muhammad. Yandri mempertanyakan ketidaklolosan Muhammad yang dinilai berhasil selama menjalankan tugasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab hal itu, Wakil Ketua Panita Seleksi Komisioner KPU-Bawaslu Ramlan Surbakti mengklaim, hasil seleksi calon komisioner KPU-Bawaslu periode 2017-2022 telah dilakukan sesuai prosedur.
Secara kualitas, Ramlan menyebut, hasil seleksi kali ini lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. "Seleksi saat ini dilakukan dua kali tes kesehatan dan tes psikologi. Proses kali ini lebih baik dibandingkan yang lalu," tegas Ramlan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat 565 jumlah orang yang mendaftar menjadi calon komisioner KPU-Bawaslu, dengan rincian 326 mendaftar di KPU, dan 209 mendaftar Bawaslu.
Ada beberapa tahapan seleksi, kata Ramlan, yang harus dilalui calon, seperti seleksi administrasi, tes psikologi, uji kompetensi tertulis, wawancara, hingga tes kesehatan.
Ia mencontohkan, dalam tes psikologi, terdapat tes yang mengkaji mengenai integritas sang calon. Calon diberi pertanyaan mengenai pengalaman, dan bidang keilmuan yang menunjang informasi dan komunikasi. Sementara, untuk tes kesehatan dilalukan di RSPAD Gatot Soebroto.
"Soal integritas ada pengaduan dari masyarakat, mereka mengklarifikasi aduan yang masuk," terang dia.
Secara keseluruhan, Ramlan menambahkan, dari tiga tahapan seleksi, terdapat 14 calon komisioner KPU dan 10 calon komisioner Bawaslu yang lolos.