Seperti dilansir dari kantor berita Antara, sempat terjadi ketegangan saat seratusan anggota Banser NU Tulungagung memaksa rombongan HTI dari Trenggalek berhenti di perbatasan daerah. Mereka kemudian memaksa seluruh peserta kirab mencopot semua atribut HTI maupun panji yang mereka kirab.
Namun, setelah bersitegang sesaat, aparat kepolisian dan TNI menengahi kedua pihak. Massa HTI akhirnya bersedia mengalah, dan mencopot segala atribut yang dikenakan serta membubarkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munir merinci, aksi pengadangan dilakukan di Desa Notorejo, Kabupaten Tulungagung yang berada persis di perbatasan dengan Trenggalek, sekitar pukul 06.30 WIB hingga 07.30 WIB.
"Ansor dan Banser tegas menolak kegiatan itu karena sudah bertentangan dengan prinsip dan komitmen NU sebagai garda terdepan menjaga keutuhan NKRI. NKRI harga mati."
Ketua HTI Kabupaten Trenggalek dr Fahrul Ulum mengatakan kegiatan yang mereka gelar sebenarnya hanyalah edukasi ketauhidan dengan mengingatkan sejarah keislaman di zaman Nabi Muhammad SAW.
"Melalui kegiatan itu HTI melakukan kirab Panji Rosululloh, yakni panji aliwak yang berwarna putih dan aroyah yang berwarna hitam. Dua panji ini selalu dibawa Rosululloh kemanapun pergi sebagai simbol perjuangan dan syiar yang dilakukan kala itu," kata Fahrul.
"Tentang konsep khilafah, HTI sifatnya memberikan tawaran. Logikanya sama seperti tawaran menggunakan listrik, berhemat dalam pemaikaiannya dan sebagainya. Artinya dalam dinamikanya tawaran itu bisa saja diterima atau ditolak, sehingga kami (HTI) mengedepankan dialog," katanya.
Soal tudingan misi khilafah yang diusung HTI berpotensi memicu perpecahan umat, Fahrul menegaskan mereka selalu menyampaikan bahwa gagasan konsep khilafah dalam sistem bernegara di Indonesia adalah penawaran yang diajukan ormas HTI kepada rakyat Indonesia, bukan sebuah konsep paksaan yang harus dijalankan.
Sementara itu, Wakapolres Tulungagung Kompol I Dewa Gede Julaiana membenarkan adanya aksi penghadangan konvoi atau kirab Panji Rosululloh HTI oleh massa Ansor dan Banser Tulungagung di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.
Selain di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, massa Ansor-Banser lain juga terpantau bersiaga melakukan penghadangan di beberapa titik perbatasan Tulungagung-Kediri, Tulungagung-Blitar, perbatasan kota Blitar maupun Blitar-Malang.