Setibanya di Tegal, Menpora langsung mengunjungi Pondok Pesantren Al-Abror Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Said Aqil Siradj.
Di hadapan Nahdliyin—sebutan untuk pengikut Nahdlatul Ulama—Imam meminta agar pemuda untuk mewaspadai adanya kelompok radikal Islam di Indonesia yang kini terus mengintai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Imam juga mengajak orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi para anak-anaknya dari bahaya narkoba dan radikalisme.
Sementara itu, Menpora Imam didampingi rombongan ke Tegal menggunakan Kereta Api Eksekutif Argo Muria yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Menpora terlihat begitu santai dengan menggunakan jaket dan menggenakan topi.
Pria asal Bangkalan, Madura, itu juga sempat bergurau dengan penumpang lainnya di kereta sambil membagikan buah-buahan. Di Tegal, Menpora direncanakan akan menghadiri beberapa agenda kepemudaan dan keolahragaan.
Usai mengunjungi Pesantren Al -Abror, Menpora bersama rombongan dijadwalkan memberikan kuliah umum di STAI Bakti Negara (STAIBN) Tegal. Pada kuliah umum tersebut Menpora akan bicara di depan mahasiswa dengan tema Pengarusutamaan Generasi Muda dalam Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkekuatan Kebajikan Lokal.
Selain memberikan kuliah umum, Menpora juga dijadwalkan menyerahkan trofi Juara Umum Porsema NU ke-10 yang sekaligus memberikan pembekalan pada kontingen Porsema Tegal yang akan mengikuti Porsema NU se-Jawa Tengah di gedung PCNU, Slawi, Kabupaten Tegal.
Setelah itu Imam beserta rombongan akan meninjau fasilitas olahraga di area Komando DIstrik Militer (Kodim) 0712/Tegal sekaligus melakukan kegiatan olahraga bersama.