"Saya tidak terlalu banyak tahu proyek e-KTP. Saya mewakili Andi, itu adik saya," ujar Dedi saat memberikan keterangan dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/4).
Dalam pertemuan dengan Sugiharto, Dedi mengaku hanya membahas soal hasil uji petik proyek e-KTP. Saat itu dirinya hanya diminta mengikuti proses pembahasan proyek e-KTP sesuai ketentuan oleh Andi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu awal Juli 2010 Andi ngomong ke saya dia mau mencoba ikut proyek e-KTP," katanya.
"Namanya pengusaha kan pasti mau dapat (proyek)," tutur Dedi.
Kendati demikian, Dedi mengaku tak tahu soal bagi-bagi uang yang diduga dilakukan Andi pada sejumlah anggota dewan. Ia juga tak tahu saat disinggung soal adiknya, Vidi Gunawan, yang menjadi perantara pemberi uang dari Andi pada Sugiharto.
Andi sendiri telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun ini. Andi terjaring operasi tangkap tangan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Maret lalu.
Atas tindakannya, Andi disangka melanggar pasal 2 ayat (1) UU 30/1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasa 64 ayat 1 KUHP.