"Kan mereka tidak sembarangan menembak karena pengamanan oknum yang membawa senjata. Ya memang harus dengan senjata, kan enggak mungkin pakai ketapel," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/4).
Wiranto mengatakan, tembakan terhadap terduga teroris bertujuan mencegah korban jiwa. "Kalau mereka sudah menembak polisi, apakah kamu tidak menembak mereka," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu terduga teroris lainnya ditangkap kepolisian. Ia dituduh sebagai bagian dari jaringan Jamaah Ansaru Daulah (JAD).
"Kita, menurut negara-negara lain, dianggap sebagai negara yang berhasil melakukan perlawanan terhadap teroris. Tidak hanya hard, tapi juga soft approach. Itu akan ditiru negara lain," tuturnya.
Suhardi membandingkan Indonesia dengan beberapa negara lain yang menjadi lokasi teror lintas negara, seperti Mesir dan Swedia.
"Indonesia mempunyai kelebihan. Walaupun rentang geografis luar biasa, pemerintah mampu mengendalikan dan mendeteksi," kata Suhardi.
Lihat juga:BIN: ISIS Ubah Strategi Teror Indonesia |