Busyro berharap Presiden Joko Widodo, mengikuti langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang membentuk Tim 8 ketika terjadi kriminalisasi kepada Novel saat menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korlantas Polri 2012 silam.
"Ini sudah kasat mata, maka tidak ada cara lain, kecuali presiden, selaku panglima tertinggi TNI dan Polri perlu segera mementuk tim. Sama seperti SBY dulu bentuk tim 8, dengan SK presiden," kata Busryo saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPK Minta Kapolri Jaga Ekstra Para Penyidik |
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, meminta polisi mengusut dengan serius insiden penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan.
"Kasus mutilasi saja, tangan di Pasuruan kepala di Jember bisa ketemu pelaku. Kalau polisi tidak ungkap ini kan aneh, polisi kita di luar urusan korupsi ini hebat-hebat lho," katanya.
Sementara itu juru bicara KPK mengapresiasi Presiden Joko Widodo, yang langsung memerintahkan kepolisian mencari pelaku penyiraman air keras.
Febri mengungkapkan, bahwa Ketua KPK Agus Rahardjo sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan terkait insiden ini.
Bahkan, Iriawan berjanji akan mengusut pelaku penyiraman air keras tersebut.
"Tadi pagi pak ketua KPK dan Kapolda datang. Dan Kapolda sampaikan bahwa janji akan tangani secara serius dan tuntaskan perkara ini," tutur Febri.