“Serangan dilakukan secara profesional diarahkan spesifik ke arah mata muka,” kata Haris Azhar, Koordinator Tim Investigasi Masyarakat Sipil, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (11/4).
Haris menuturkan timnya menyimpulkan bahwa Novel sudah diprofil beberapa hari sebelum insiden, termasuk mengamati kegiatan personal penyidik tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Koordinator KontraS ini menuturkan, Novel semula mengira penyerang adalah tetangga yang akan menyapa. Saat itu, kata dia, situasi masih gelap dan pelaku mengendarai sepeda motor dengan helm tertutup yang mendadak menyerang muka dan mata Novel dengan air keras.
Pasca penyerangan itu, lanjut Haris, Novel sempat meminta istrinya menelepon beberapa orang, namun tak banyak yang bisa dihubungi.
Pada Selasa pagi, Novel diduga disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.
Imam Masjid Al Ihsan, Abdurrahim Hasan mengatakan, kejadian terjadi pukul 05.10 WIB. Saat itu Novel diketahui baru keluar dari masjid usai salat subuh berjamaah.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari orang-orang. “Kami mendengar orang teriak," kata Hasan di depan rumah Novel di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Setelah membantu Novel membersihkan mukanya, warga lalu membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Saat ini, Novel akan dioperasi matanya karena air keras tersebut.