Iriawan mengatakan, sebagai sebuah kasus pidana, kejadian ini tentu ada motifnya.
"Tentu ada motif, ada pelaku di lapangan yang menyiram, tentu ada yang menyuruh. Tidak mungkin berdiri sendiri," kata Irawan dalam amanatnya saat upacara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (12/4).
Lihat juga:Kemampuan Mata Novel di Bawah 50 Persen |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iriawan mengatakan, jika kepolisian tidak menuntaskan kasus ini, maka akan jadi preseden buruk bagi seluruh penegak hukum.
"Kami masih menganalisa dari olah TKP kemarin," kata Argo.
Novel disiram air keras setelah salat subuh di masjid dekat kediamannya kemarin. Pelaku diduga berjumlah dua orang dan mengenakan penutup muka.
Setelah sempat dirawat sebentar di RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, mantan Kasat Reskim Bengkulu tahun 2004 itu dirawat di Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat untuk menjalani operasi mata.
Pagi tadi Novel dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Singapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Kemampuan melihat Novel mulai membaik, namun masih di bawah 50 persen.