Sunaryanto merupakan polisi yang menyelamatkan Risma Oktaviani (25) beserta bayinya saat ditodong Hermawan di dalam angkot KWK-T.25, pada Minggu (9/4).
Penghargaaan tersebut diberikan Iriawan pada saat apel pagi di Polda Metro Jaya hari ini, Rabu (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bersangkut dapat menyelamatkan rakyat dari ancaman kekerasan, dengan nyawa taruhannya," kata Iriawan.
Merasa negosiasinya tidak berhasil, Sunaryanto meminta kepada driver ojek online agar membantu mengamankan massa. Pada saat itu, kata dia, kondisi massa sudah ingin main hakim sendiri.
Setelah kerumunan massa berhasil dijauhkan, Sunaryanto berusaha mengalihkan perhatian pelaku dan menunggu waktu yang pas untuk melumpuhkannya. Sunaryanto menyatakan sempat membaca doa agar tembakan tidak meleset.
"Pada akhirnya, pas saya alihkan, dia agak lengah, terus lengannya agak turun, akhirnya saya lumpuhkan (tembak). Demikian jenderal," kata Sunaryanto.
Mendengar cerita Sunaryanto, Iriawan menyatakan bangga dengan anak buahnya itu. Iriawan mengatakan aksi Sunaryanto sudah mendongkrakan citra positif Polda Metro Jaya di mata publik.
"Sekali lagi saya dan keluarga besar Polda Metro Jaya (PMJ) merasa bangga dengan saudara, di tempat lain lalu lintas pernah menjatuhkan citra Polri, sementara di PMJ menaikkan citra polri yang kita cintai," ucap Iriawan.
Sebanyak 18 orang di antaranya merupakan anggota Polres Kota Bandara Soekarno Hatta yang berhasil mencegah masuknya narkoba ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.