Tujuan mereka satu: mendoakan kesembuhan penyidik senior Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa subuh (11/2).
Novel adalah satu dari pendekar antikorupsi yang coba 'dibunuh berkali-kali'. Teror air keras ke Novel, merupakan rangkaian percobaaan 'pembunuhan' yang sudah dilancarkan sejak beberapa tahun silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teror terhadap Novel terus berdatangan, mengiringi kiprahnya memberantas korupsi di negeri ini. Dia kerap dibuntuti orang tak dikenal, baik menuju atau pulang kantor. Yang terbaru, air keras menghampiri wajah Novel.
Doa sore ini dipanjatkan untuk kesembuhan sang pendekar antikorupsi. "Semoga Novel cepat pulih dan bisa kembali bersama di sini," kata pegawai KPK yang memimpin doa, Kamis (13/4).
"Siapa kita?" teriak Direktur Gratifikasi KPK, Giri Supardiono. "KPK!" jawab ratusan pegawai KPK kompak.
"Siapa Novel?" teriak Giri lagi. "KPK!" timpal ratusan pegawai yang berbaur.
“Kami menyatakan bahwa kejadian Novel tidak menyurutkan tugas kami untuk memberantas korupsi. Semoga teror sampai di sini saja dan tidak ada teror berikutnya,” kata Heri.
Novel kini terbaring di ranjang rumah sakit di Singapura. Penglihatan Novel masih belum terang benderang. Namun, keteguhannya memberantas korupsi sudah dirinya wakafkan untuk negeri ini.
Pemerintah sudah memastikan bahwa biaya pengobatan Novel di Singapura ditanggung negara. Pemerintah pun meminta agar Novel dicarikan pengobatan yang terbaik.