Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, aksi tersebut digelar di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, hari ini. Aksi itu diikuti oleh sejumlah peserta aksi yang mengenakan kostum super hero, seperti Batman, Deadpool, Power Ranger, dan Deathstroke.
Koordinator aksi, Tibiko Zabar Pradono mengatakan, kehadiran para tokoh super hero yang dinamakan "Guardian of KPK" itu ditujukan agar KPK tidak merasa sendiri dalam menangani segala perkara korupsi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, aksi tersebut juga merupakan bentuk desakan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kepala Polisi Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tiro Karnavian agar segera mengusut tuntas teror yang menerpa KPK.
Ia memaparkan, aksi teror yang diterima oleh Novel bukanlah yang pertama kali terjadi. Ia berkata, Novel pernah menerima sejumlah teror yang diduga ditujukan untuk menghambat penyelidikan dan penyidikan sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK.
Sejumlah rentetan teror dan intimidasi yang menimpa Novel, di antaranya menjadi korban tabrak lari saat menangani kasus cek pelawat tahun 2011, menjadi tersangka kasus kekerasan saat menangani sebuah kasus korupsi, dan ditabrak sebuah mobil disaat juga tengah menangani kasus korupsi besar.
"Ketiga, ancama kriminalisasi oleh pihak tertentu yang ditujukan kepada pimpinan dan penyidik KPK," ujarnya.
Selain menuntaskan kasus Novel, Tibiko juga mendesak, KPK secara internal membentuk tim khusus untuk mengawal kerja penyidik KPK dalam menangani perkara korupsi, khususnya perkara yang terbilang besar.
"Dengan adanya tim khusus agar hal serupa terhadap Novel tidak terulang kembali," ujar Tibiko.
Lebih dari itu, ia menambahkan, KPK sebagai lembaga yang diamanatkan UU untuk memberantas korupsi harus diberikan keleluasaan dalam menindak para pelaku korupsi. Ia khawatir, teror dan intimidasi terhadap KPK akan menghambat penanganan korupsi yang semakin bertambah berat.