Rangkaian kronologi dalam konferensi pers yang diadakan pada hari ini di Masjid Raya Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, disampaikan oleh Imam FPI DKI Jakarta Muhsin Alatas dan kuasa hukum FPI Kapitra Ampera.
Muhsin Alatas mengatakan dia tiba sekitar pukul 21.45 WIB bersama pentolan FPI Rizieq Shihab di lokasi pagelaran tablig akbar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 00.05 WIB, tausiah usai dan dilanjutkan dengan penutupan doa dan dzikir yang diikuti oleh jemaah. Saat itu, kata Muhsin, mulai terdengar ledakan, sehingga Rizieq diminta mempercepat pembacaan doa.
“Umat yg dekat dengan mobil diminta menyingkir, laskar dan jawara menyelamatkan motor, mobil sudah ditahan dengan ban tapi tetap bergerak dan masih berkobar,” kata Muhsin.
Massa yang berada dekat mobil terbakar berupaya memadamkan api dengan menyiramkan menggunakan air. Setelah api reda, mereka mendekati mobil yang terbakar. Dari mobil itu jenis Toyota Avanza mereka mendapatkan tiga orang keluar.
“Dua dari bagian tengah, dan satu bagian depan mobil,” kata Muhsin.
Anehnya, kata Muhsin, orang yang keluar dari mobil malah melarikan diri ke arah Pancoran. “Kalau terbakar mereka seharusnya mendekati dan minta tolong,” kata dia.
“Polisi baru tiba jam tiga subuh, kami sudah di lokasi sekitar setengah satu malam,” kata Muhsin.
Atas peristiwa ini, pihak kepolisian meminta agar masyarakat tidak terprovokasi atas pesan berantai tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan pesan berantai yang menyebutkan pembakaran mobil di Cawang sebagai aksi teror.
"Masyarakat jangan terpengaruh dengan berita yang tidak pas. Polisi masih melakukan penyelidikan," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.