PT TransJakarta diminta menyediakan aplikasi online sehingga ketersediaan mobil khusus tersebut bisa diketahui sehingga memudahkan penyandang disabillitas.
Call center dinilai tidak efektif karena penyandang disabilitas tidak bisa tahu berapa jumlah kursi yang tersisa di angkutan khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwakilan penyandang disabilitas ini diundang oleh PT Transjakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dimintai masukan soal layanan transportasi.
Lihat juga:Transjakarta Belum Ramah Disabilitas |
Layanan Transjakarta Care sendiri merupakan layanan penjemputan dari rumah hingga ke tempat tujuan atau halte Transjakarta terdekat bagi warga DKI Jakarta yang menyandang disabilitas.
Mereka bisa memesan layanan ini malam sebelumnya dengan menghubungi call center 1500 102. Namun menurut Ikhawan, sering kali penyandang disabilitas kehabisan kursi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan pihaknya akan mengusahakan pembuatan layananan pemesanan Transjakarta Care berbasis aplikasi. Namun, untuk saat ini dia menyebut belum bisa menjanjikan layanan ini dalam waktu dekat.
"Banyak pertimbangan yang harus dilihat, tapi akan kami usahakan untuk membuat (aplikasi) itu," kata Budi.
Saat ini PT Transjakarta mendapat penambahan armada angkutan untuk Transjakarta Cares sebanyak 20 unit mobil. Sehingga total armada yang dioperasikan untuk layanan Transjakarta yang menjemput dari rumah hingga ke pemberhentian bus tersebut ada 26 unit.