Dalam pertemuan itu, Tito juga menyampaikan pentingnya pengamanan bagi WNI yang melakukan umrah, haji, maupun bekerja di Arab Saudi.
"Kami sepakat memberikan perlindungan bagi kedua warga negara baik yang di Arab Saudi maupun di Indonesia," ujar Tito di Lobi Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/4).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara saat kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis ke Indonesia beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Tito, pihaknya juga sepakat mengembangkan kerja sama operasional khususnya di bidang terorisme, narkotik, dan tindak pidana perdagangan orang. Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga berniat menggelar kerja sama di bidang pendidikan bagi polisi Arab di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Jenderal Othman menjamin keamanan tiap warga negara Indonesia yang melakukan umrah, haji, maupun bekerja di Arab Saudi. Ia yakin tiap warga negara Indonesia memiliki adab dan akhlak yang baik selama berada di Arab Saudi.
Pihaknya juga mengapresiasi jemaah haji Indonesia yang datang ke Arab Saudi dengan disiplin, teratur, dan akhlak yang tinggi. Rencananya Jenderal Othman akan berada di Indonesia selama lima hari ke depan. Ia akan mengunjungi sejumlah tempat seperti Bareskrim Mabes Polri, Densus 88, dan Markas Brimob.
Dalam MoU sebelumnya disepakati poin kerja sama antara polri dan kepolisian Arab Saudi, di antaranya tentang terorisme, narkotik, pemalsuan uang, pencurian dan penyelundupan senjata, korupsi, dan kejahatan siber.