Tak hanya itu, Ahok juga menerima penghargaan sebagai provinsi terbaik kedua dalam perencanaan terbaik 2016. Penghargaan diberikan bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Nasional hari ini yang dihadiri oleh para kepala daerah seluruh Indonesia.
Bappenas memberikan Anugerah Pangripta Nusantara kepada provinsi, kabupaten, dan kota berprestasi dengan dua kategori. Pertama kategori perencanaan terbaik. Posisi pertama diserahkan kepada Daerah Istimewa Yogyakarta, sementara posisi ketiga diisi Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Jakarta, daerah lain yang dinilai berhasil memberi inovasi dalam perencanaan adalah Muara Enim, Sumatera Selatan. Di sisi lain, daerah dengan peningkatan tertinggi dalam kualitas perencanaan ialah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu di Balai Kota, Ahok menerima banyak tamu sebelum bertolak ke agenda Musrenbang. Ratusan warga pendukung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat tampak sangat bersemangat mencurahkan dukungan kepada pasangan petahana yang kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
Layaknya konser musisi papan atas, teriakan penyemangat langsung bergema di area pendopo Balai Kota begitu Ahok tiba di Balai Kota pukul 07.30 WIB. Ritual melayani permintaan foto dan aduan warga pagi ini diarahkan ke ruang tengah Balai Kota.
Dia harus menghadiri Musrnebang Nasional 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, yang dibuka Presiden Joko Widodo. "Dipercepat saja, ya. Saya buru-buru mau ke acara presiden nih," kata Ahok.
Akibatnya tidak semua warga yang sudah menanti sejak pagi mendapat giliran berfoto dan bertemu langsung dengan Ahok. Koje (50), salah seorang warga dari kawasan Ampera, Jakarta Selatan, yang mengaku sudah menunggu sejak pukul 06.00 WIB tampak kecewa.
Namun ia pun maklum dengan keadaan tersebut. "Saya datang ke sini mau kasih langsung karangan bunga untuk, Pak Ahok. Mau bertemu dan mau foto. Tapi enggak sempat. Padat sekali," curhatnya kepada CNNIndonesia.com.
Selain membawa karangan bunga, tidak sedikit yang membawa boneka dan pernak-pernik menyerupai bentuk Nemo, karakter animasi yang kemarin jadi 'senjata andalan' Ahok saat pembacaan pledoi atau nota pembelaannya.