Said memperkirakan bakal ada 500 ribu orang buruh yang akan turun ke jalan besok di 32 Provinsi dan 250 kabupaten/kota.
"Tiap daerah akan aksi di depan kantor gubernur, seperti di Serang, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Banda Aceh, Medan, Batam, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Maluku dan daerah lainnya," kata Said kepada CNNIndonesia.com, Minggu (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuntutan kedua terkait dengan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat, gratis tanpa iuran. Pembayaran untuk jaminan kesehatan ini nantinya diambil melalui pajak dan jaminan pensiun buruh, sama dengan PNS sebesar 60% dari gaji terakhir.
Ia menyebut tuntutan ini dengan singkatan Hosjatum atau Hapus OutSourcing dan Pemagangan, Jaminan Sosial, Tolak Upah Murah.
"Isu Hosjatum ini mencuat kembali karena dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah gagal mensejahterakan buruh," katanya.
"Dulu banyak yang takut (aksi buruh). Saya pastikan May Day 2017 tidak akan mengganggu ketertiban umum," kata Andi.
Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Joko Widodo yang menghadiri acara peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).