Salah satu relawan, Suli (32) menyesalkan sikap para buruh yang membakar karangan bunga tersebut. Dia menyatakan, para buruh mestinya dapat melakukan aksi damai tanpa melakukan pembakaran.
"Ya ini spontanitas saja. Kami tidak suka dengan cara mereka bakar-bakar karangan bunga," ujar Suli di depan gedung Balai Kota.
Lihat juga:Buruh Bakar Karangan Bunga untuk Ahok |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Relawan kami berasal dari berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta tapi ada juga dari Yogyakarta, Manado, dan daerah lain," katanya.
"Ini sebenarnya gerah aja sama tingkah mereka. Apa salahnya si bunga. Mereka memang cari masalah aja tuh," tuturnya.
Bahan styrofoam yang melekat pada karangan bunga membuat api berkobar dengan cepat. Api pun membumbung tinggi dengan cepat, untung saja petugas keamanan dan Satpol PP cepat bergerak memadamkan api.
Video pembakaran karangan bunga beredar di media sosial, tampak tak jauh dari lokasi pembakaran terdapat mobil komando bertuliskan Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta.
“Kita awali May Day ini dengan bersih-bersih Balai Kota,” teriak orator dari mobil komando.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter menyatakan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Idrus mendatanginya dan menyampaikan permohonan maaf atas pembakaran karangan bunga.
“Dia datang meminta maaf mengatakan pembakaran bunga sebagai aksi spontan dan tidak disengaja," kata Jupan dihubungi CNNINdonesia.com.
FSP LEM SPSI DKI Jakarta, merupakan salah satu organisasi buruh yang menandatangani kontrak politik dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.