Cak Budi selama ini dikenal di media sosial sebagai sosok yang kerap menggalang bantuan dana bagi orang yang tak mampu.
Dalam keterangan tertuli, Selasa (2/5), Chief Marketing Officer Kitabisa.com, Vikra Ijas, menegaskan bahwa Cak Budi tidak menggunakan donasi yang digalang melalui situs itu untuk membeli mobil Fortuner dan iPhone 7.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Vikra tengah berkoordinasi dengan Cak Budi untuk penyaluran dana melalui Aksi Cepat Tanggap, lembaga kemanusiaan global yang disepakati oleh Cak Budi.
Menurut Cak Budi, pembelian mobil dan iPhone7 untuk keperluan operasional. Total uang yang diterima yang belum disalurkan itu akan digunakan membangun rumah singgah untuk lansia yang belum punya tempat tinggal.
Berawal dari Talkshow
Penggalangan dana Cak Budi melalui laman Kitabisa.com bermula ketika Alfatih Timur, CEO Kitabisa.com, bersama Cak Budi menjadi narasumber talkshow di sebuah TV nasional.
Melihat nilai tambah yang diberikan Kitabisa.com untuk menjaga transparansi kegiatannya, Cak Budi membuat halaman penggalangan dana di Kitabisa.com/cakbudi. Sesuai prosedur menggalang dana di Kitabisa.com, Cak Budi juga telah diverifikasi identitasnya oleh tim.
Setiap Cak Budi melakukan pencairan atas dana yang terkumpul, Kitabisa.com secara rutin meminta update penyaluran dana. Update tersebut dilaporkan secara langsung kepada para donatur melalui kolom update di laman donasi terkait yang secara otomatis terkirim ke email seluruh donatur.
Cak Budi sudah mengirimkan update sejak tanggal 26 Januari 2017. Dalam update yang ditulis di kitabisa tersebut, Cak Budi telah mencairkan senilai Rp200 juta dari total donasi terkumpul, dan telah disalurkan sesuai pelaporan di laman tersebut.
Sisa donasi yang terkumpul akan disalurkan ke lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap.
Menurut Vikra, berdasarkan syarat dan ketentuan, Kitabisa.com menyatakan tiap kampanye akan dikenakan biaya administrasi sebesar 5 persen, kecuali kategori bencana alam dan zakat nol persen.
"Seperti website crowdfunding lainnya di dunia, biaya administrasi ini digunakan untuk menutup biaya operasional serta pengembangan teknologi dan layanan Kitabisa agar menciptakan wadah menggalang dana dan donasi yang mudah dan transparan bagi semua orang" kata Vikra.