Luhut mengingatkan siapa saja yang berniat untuk menghentikan reklamasi agar memikirkan penurunan permukaan tanah di Ibu Kota.
"Kalau mau dihentikan ya situ saja hentikan. Nanti jika Jakarta tenggelam atau menurun ya tanggung jawab," kata Luhut saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Senin (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo tak ada sangkut pautnya dengan proyek reklamasi. Jokowi, kata dia, hanya melanjutkan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh para pendahulunya tersebut.
Dia tak mau adu data itu hanya dilakukan di media massa saja tanpa ada pembicaraan resmi dengan pemerintah.
Namun begitu hingga kini rencana pertemuan antara Anies-Sandi dan Luhut belum terealisasikan. Bahkan Luhut mengaku belum ada komunikasi lebih jauh dengan Anies maupun Sandi.
"Tak ada (komunikasi)," kata Luhut.
Pekan lalu, Deputi III Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin juga mengatakan, masyarakat dan pemerintah tak bisa menutup mata atas kelanjutan proses pembangunan proyek reklamasi di Jakarta.
Sebab, kata dia, saat ini sudah ada dua pulau, dan setengah pulau jadi yang sudah hadir di kawasan pesisir utara Jakarta itu.
"Ada pulau C dan D yang sudah jadi, terus ada pulau G yang sudah setengah jadi. Kita tidak bisa diam dan menutup mata, jadi tentu harus ada kepastian hukum terkait pengembangan proyek ini," kata Ridwan.