Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Purwanta mengatakan, helikopter ini disiagakan untuk membantu hakim, jaksa penuntut umum, atau terdakwa Ahok melarikan diri dari lokasi sidang manakala terjadi kerusuhan.
"Ini standar operasional prosedur untuk escape bila terjadi chaos. Yang pertama jika terjadi chaos yang sangat besar. Maka target sekarang yang disidang tidak boleh ada gangguan secara psikis," ucap Purwanta saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helikopter tersebut diparkir di lapangan upacara Kementerian Pertanian sejak pukul 06.00 WIB. Selain helikopter, kepolisian juga menyiagakan sejumlah kendaraan untuk mengantisipasi terjadinya insiden kerusuhan, seperti watercanon dan barracuda.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang masuk ke polisi, massa dari kontra Ahok berjumlah 5.000 orang.
Lihat juga:Akhir Drama Perkara Penodaan Agama Ahok |
Tak hanya itu, polisi pembawa gas air mata juga disiagakan. Selain personel kepolisian berseragam, polisi berpakaian preman juga terlihat berlalu-lalang di tengah massa kontra Ahok.
Sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok memasuki tahap akhir. Ahok menghadapi vonis dari majelis hakim di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5).
Ahok mengaku siap menghadapi apapun keputusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ia berharap vonis hakim pada dirinya tidak berdasarkan tekanan massa. Apapun keputusan hakim harus murni berlandaskan hukum.
"Jangan penghakiman karena massa. Fondasi hukum dan aturan itu enggak boleh runtuh. Kalau runtuh ya negara ini bisa runtuh satu hari," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/5).