Semula demonstrasi ini direncanakan digelar di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, tempat di mana Ahok semula ditahan. "Ingat ya teman-teman. Besok kita ke sini lagi jam dua (siang). Bawa tulisan tangkap Rizieq," tutur pria dengan pengeras suara dari atas truk, sebelum massa membubarkan diri dari depan Rutan Cipinang tadi malam.
Namun, semalam Ahok dipindahkan ke rumah tahanan Markas Korps Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok. Hingga kini, belum tahu apakah lokasi aksi itu akan turut bergeser.
Lihat juga:Pendukung Ahok Penuhi Rutan Cipinang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orator juga kerap menggiring massa untuk melantunkan nyanyian dengan lirik penangkapan Rizieq. Itu dilakukan berkali-kali di sela-sela orasi yang sebagian besar berisi tentang dukungan kepada Ahok.
Pendukung Ahok di depan Rutan Cipinang. (AFP PHOTO / ADEK BERRY) |
Massa lalu menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama-sama sebelum membubarkan diri. Setelah itu, jumlah massa terus berkurang dan lalu lintas berangsur pulih.
Massa pendukung Ahok yang melakukan aksi di depan rumah tahanan Cipinang mulanya berencana tidak akan meninggalkan lokasi sebelum Ahok diberi izin untuk menemui massa.
Keputusan massa tersebut ditanggapi serius oleh aparat. Kepolisian, hingga pukul 18.00 WIB sudah bersiap-siap menyemprot massa dengan empat meriam air yang sudah siap siaga di dalam rutan. Kepolisian pun sudah mengirim puluhan personel tambahan untuk membubarkan massa secara paksa.
Lihat juga:Djarot Bubarkan Massa Pendukung Ahok |
Djarot kemudian mengambil posisi di atas truk komando. Bermodalkan pengeras suara, dia menyampaikan telah mengirim surat penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tinggi Jakarta agar Ahok dijadikan tahanan kota. Pernyataan tersebut disambut riuh oleh massa.
Djarot lalu meminta berkali-kali kepada massa agar lekas membubarkan diri dari lokasi. Massa pun menuruti permintaan Djarot dengan membubarkan diri secara tertib.
Pendukung Ahok di depan Rutan Cipinang. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)