Menurut Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos, seharusnya hakim memberikan argumentasi yang tegas dan kuat dalam menjatuhkan vonis.
"Ada motif politik pada hakim dalam pengadilan Ahok dalam mengambil keputusan ini. Harusnya punya argumentasi yang kuat ketika langsung menahan Ahok," kata Bonar kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Vonis penodaan agama terhadap Ahok akan memberikan preseden buruk bagi demokrasi dan negara hukum kita," kata Ismail.
"Karena itu saya mendorong dan meyakinkan ini mungkin bagian dari intervensi agar hakim di pengadilan tinggi mempertimbangkan seluruh potensi-potensi abusive yang dilakukan oleh hakim-hakim di pengadilan negeri," kata Ismail.
Ismail berpendapat, kasus Ahok ini menjadi bagian politisasi identitas dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Nantinya, bukan tidak mungkin hal serupa akan kembali terjadi pada pihak lain.
"Ini adalah kejahatan demokrasi, harus disudahi. Berpolitiklah secara berkualitas dengan mengeksploitasi gagasan-gagasan kesejahteraan rakyat," jelas Ismail.