Nasaruddin mengungkapkan hal itu usai diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laboratorium komputer dan Alquran di Kementerian Agama, Fahd El Fouz. Nasaruddin yang mengenakan kemeja putih, keluar dari gedung KPK, sekitar pukul 12.45 WIB, Senin (15/6).
Kepada wartawan, Nasaruddin mengaku ditanya tentang sepak terjang Fahd yang juga Ketua Angkatan Muda Partai Golkar, dalam proyek di Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012 tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bersaksi dalam persidangan Zulkarnaen Djabar dan Dendy, Fahd mengaku bertemu dengan Nasaruddin untuk menanyakan proyek-proyek Kemenag tahun 2011.
Saat itu, menurut Fahd, Nasaruddin memanggil anak buahnya, Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Karim, dan Direktur Urusan Agama Islam Pembinaan Syariah Ahmad Jauhari.
"Jadi proses belakangan saya enggak tahu, dan tidak ada tanda tangan apa pun, tidak ada paraf apa pun, yang pasti tidak ada aliran dana apa pun," tegasnya.
KPK telah menetapkan Fahd A Rafiq menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah itu.
Penyidik KPK menduga Fahd menerima hadiah, serupa dengan politikus Golkar yang telah divonis bersalah pada perkara ini Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendy Prasetya serta Ahmad Jauhari.