Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
"Saat latihan menembak senjata altireli pertahanan udara yang mengakibatkan 12 korban. Empat meninggal dunia delapan luka luka. Penyebabnya pembatasan ring gerak laras senjata tidak berfunsi dengan baik," kata Alfret kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terjadi insiden yang menyebabkan korban tewas, latihan perang menurutnya belum akan dihentikan.
Sementara itu, mereka yang mengalami luka-luka di antaranya, Pratu Bayu Agung, Sersan Dua Alpredo Siahaan, Prajurit Dua Danar, Pratu Ridai, Pratu Didi Hardianto, dan Sersan Satu Blego Switage.