"Benar hari ini yang bersangkutan (Alfian) diperiksa, tapi belum tahu datang atau tidak. Terkait laporan PDIP yang disebut (Alfian) dalam akun Twitternya bahwa PDIP 85 persen isinya kader PKI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (18/5).
Sebelumnya, Alfian juga pernah akan dilaporkan oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (27/1) silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuduhan Alfian tersebut dinilai telah mendelegitimasi sosok Teten dan KSP, serta merusak peran KSP yang ikut mengelola strategi program pemerintahan.
Namun begitu, tindak lanjut rencana laporan tersebut tidak diketahui. Ketika itu, Ifdhal menyatakan belum membuat laporan polisi secara resmi karena waktu yang tidak memungkinkan. Ia pun mengatakan, laporan secara resmi akan segera dibuat dalam waktu dekat.
“Kami menolak dan sangat berkeberatan dengan ucapan serta perkataan Saudara Alfian Tanjung yang saat ini beredar luas menjadi viral di media sosial,” ujar Kamal dalam keterangan tertulis.
Kamal menyebutkan, Alfian menuding Nezar bagian dari kader PKI, selain Teten Masduki, Urip Supriyanto, Budiman Sudjatmiko, dan Waluyo Jati. Alfian menuduh mereka menjadikan Istana Negara sebagai sarang PKI karena kerap rapat tiap malam sejak Mei 2016.